Ayo Mengenal Multilingual | Kemampuan Berbahasa

mengenal multilingual dan kemampuan berbahasa

Hai.. hai.. Cupuers. Kali ini ada yang berbeda di postingan Blogspedia. MomBlogger Cupu kedatangan tamu spesial. Siapa dia ya? Nanti pasti tahu kok. Selain tamunya yang spesial, postingan kali ini juga istimewa karena merupakan resume sharing dari mbak Nia M Wardani tentang mengenal multilingual.

Wuih, apa sih itu. Nanti kita bakal bahas lebih lanjut. Tapi sebelumnya boleh banget membaca artikel yang dibagikan oleh mbak Nia, sebelum sesi sharing yang berlangsung pada hari Senin, 10 Mei 2021. Artikel berjudul Di Balik Kisah Engur, Ineb, Uzum dan Istafil ini akan memberikan pembukaan yang menarik untuk bahasan sharing kita hari ini.

Cuzz lah dibaca dulu…

Sudah? Gimana menarik kan artikelnya? Dapat insight apa nih, Cupuers? Biar semakin kuat insight yang didapat, yuk kita mengenal multilingual lebih dalam. Btw, postingan ini disusun oleh mbak Yulia Yul. Yup, doi lah tamu spesial hari ini.


Apa itu Multilingual?

Multilingual berasal dari dua kata, yaitu Multi dan Lingual. Multi artinya banyak sedangkan lingua artinya bahasa. Jadi bisa kita simpulkan bahwa Multilingual adalah kemampuan seseorang dalam menguasai lebih dari dua bahasa. Adapun kemampuan bilingual adalah kemampuan seseorang yang mampu menguasai dua bahasa saja.
Kemampuan berbahasa memang sangat penting untuk dimiliki oleh seseorang, karena terjalinnya hubungan sosial salah satunya adalah dengan komunikasi yang baik dan benar. Jika komunikasi lancar, maka tingkat kesalahpahaman akan kecil namun sebaliknya, apabila komunikasinya tidak baik maka kesalahpahaman sangat mungkin terjadi.

Seperti sebuah kisah yang bercerita tentang Engur, Ineb, Uzum dan Istafil. Para tokoh yang ada dalam cerita tersebut saling berselisih pendapat tentang nama buah, yang ternyata mereka mendebatkan hal yang tidak perlu. Namun karena kemampuan menguasai bahasa yang minim, perdebatan sepele pun tidak dapat dihindari.

apa itu multilingual

Kenali Proses Berbahasa

Bahasa dalam kemampuan seseorang bisa dibagi dua, yaitu bahasa ibu dan bahasa kedua. Bahasa ibu atau mother tongue merupakan bahasa asal yang tersimpan di bagian otak sebelah kiri, sedangkan bahasa kedua merupakan kemampuan berbahasa asing yang tersimpan di bagian otak sebelah kanan.

Semakin kita belajar banyak bahasa asing, maka otak kita juga semakin berkembang. Minimal sebenarnya kita bisa kok menjadi bilingual. Yaitu mampu menguasai dua bahasa yang berbeda seperti Indonesia-Sunda, Indonesia-Inggris, Indonesia-Arab ataupun yang lainnya.

Ada dua proses pokok yang membuat kita mengenal bahasa:

Akuisisi Bahasa

Akuisisi bahasa atau pemerolehan bahasa adalah sebuah proses bawah sadar yang bisa terjadi pada anak-anak ataupun orang dewasa. Mereka biasanya tidak paham dengan aturan baku yang ada pada suatu bahasa, tetapi bisa merasakan jika ada kesalahan dalam penggunaan bahasa tersebut. Cara pemerolehan bahasa ini juga disebut belajar bahasa implisit atau informal.

Balita pun sudah Allah karuniakan kemampuan mengakuisisi bahasa, kita bisa melihatnya berceloteh ketika ingin mengucapkan sesuatu meski itu belum fasih.

Pembelajaran Bahasa

Pembelajaran bahasa adalah sebuah proses di mana seseorang tengah mempelajari bahasa dalam keadaan sadar dan mengetahui semua aturan tata bahasanya, menyadari saat mempraktekannya dan mampu mendeskripsikan bahasa tersebut.

Untuk mewujudkan dua proses di atas, ada beberapa faktor penunjang seperti:
  1. Motivasi yang tinggi
  2. Kepercayaan dan citra diri yang baik
  3. Tidak ada rasa was-was yang berlebihan
Ketiga faktor ini sangat penting untuk membuat diri konsisten dalam belajar bahasa dan mewujudkan proses di atas. Menumbuhkan rasa ingin dan percaya diri terlebih dahulu sangat penting, karena untuk berkomunikasi membutuhkan mental yang kuat dimana kita siap jika melakukan kesalahan dalam berbahasa.

Apakah Orang Dewasa Bisa Belajar Bahasa dengan Mudah?

Kebanyakan kita berfikir kalau orang dewasa sudah tidak bisa mengakuisisi bahasa, tetapi dalam artikel yang dibagikan oleh mbak Nia M Wardani sebelum sharingnya dimulai, disebutkan bahwa orang dewasa juga bisa mengakuisisi bahasa, terlepas dari usianya. Bagi warga Indonesia yang tinggal di luar negeri, mengakuisisi bahasa adalah hal yang mereka lakukan untuk memahami apa yang orang lain katakan dalam bahasa berbeda.

Bisa dikatakan, akuisisi bahasa di usia dewasa adalah terdorong dari faktor keharusan dan kebutuhan. Misalnya, kita ditempatkan bekerja di luar negeri namun kemampuan berbahasa kita masih jauh dari baik, maka saat itulah akuisisi bahasa dilakukan. Jika daya tangkapnya cepat maka menguasai bahasa asing tersebut akan jauh lebih mudah.

Dalam pembelajaran bahasa, motivasi pada diri orang dewasa menjadi faktor yang paling kuat. Mengingat daya ingat tak setanggap anak-anak, maka belajar bahasa asing akan sedikit susah dilakukan. Itulah mengapa faktor motivasi sangat berpengaruh besar. Karena masalah dalam usia dewasa bukan seberapa bisa, melainkan seberapa niat kita mempelajari bahasa tersebut.

manfaat dan cara menjadi multilingual

Perlukah Belajar Bahasa Asing di Zaman Modern?

Tak bisa dipungkiri jika teknologi semakin canggih dalam mempermudah kehidupan umat manusia. Namun imbasnya adalah pada manusia itu sendiri, terlalu mudah dalam hidup bisa mengakibatkan rasa malas datang lebih cepat.

Dalam berbahasa asing, banyak fitur-fitur canggih yang bisa membantu kita dalam berkomunikasi. Contoh sederhana adalah Google translate yang dimana fitur ini juga sangat sering kugunakan, memang sangat membantu tapi itu membuatku jadi terlena dan melupakan manfaat dari belajar itu sendiri.

Masih dari artikel yang sama (yang dibagikan oleh mbak Nia), disebutkan beberapa manfaat yang bisa didapat dari mempelajari bahasa asing, diantaranya;
  • Meningkatkan pola pikir, kreativitas dan kemampuan abstraksi otak
  • Memperkaya dan mengembangkan kemampuan kognitif
  • Menghambat gejala awal demensia dan meningkatkan ketahanan mental.
Begitulah manfaat dari mempelajari sebuah bahasa, sebenarnya ini juga PR besar untukku yang masih menganggap sepele belajar bahasa. Karena ketika kita ingin meningkatkan kemajuan di bidang sosial, maka menguasai bahasa adalah faktor terpenting. Baik itu bahasa ‘ibu’ maupun bahasa kedua yang bias terdiri dari berbagai bahasa asing.

Sedikit tips dariku yang masih mengasah kemampuan berbahasa asing, jika kamu tidak ingin terlalu jenuh dalam mempelajarinya (baca : bahasa asing) tapi kamu harus, maka kamu bisa belajar sambil melakukan hal yang kamu sukai. Seperti menonton film dengan bahasa asing yang ingin kamu pelajari.

Contohnya, aku ingin belajar bahasa Inggris, maka aku menonton film Hollywood yang selain membantu belajar, film mereka juga sangat seru. Akuisisi bahasa bisa kita praktekan dengan menonton segala tindakan yang terjadi di flm.

Selain itu, aku juga menyukai film korea. Meski aku tidak berniat belajar bahasa mereka, tapi banyak kosa kata Korea yang sudah bisa kutangkap lo, seperti: mianhe (maaf), arasso (baiklah), jinjhae (benarkah?) dan lain sebagainya.

Lihat? Menonton film adalah cara terenak untuk belajar bahasa asing kan? Ada yang sama denganku?.

Semoga pemaparan di atas bisa membantu dan membuat mindset kita untuk lebih memperdalam kemampuan bahasa yang ada dalam diri kita masing-masing.

***

Thank you Mbak Yulia sudah berbagi resume dari sharing bersama mbak Nia M Wardani tentang mengenal Multilingual beberapa waktu lalu. Fyi, mbak Yulia adalah The Cupuers dari Batch #1 Blogspedia Coaching. Doi adalah seorang mahasiswi dari Sukabumi.

owner yuliayul.com

Memiliki akun blog yuliayul.com dan akun ig yulia.nurulfalahi. Meski mengaku masih cupu di bidang blog, doi belum ada keinginan untuk menyerah dan mudah-mudahan enggak ya. Semangat mbak Yul, keep blogging ya!

Nah, buat the Cupuers yang juga mau mengirimkan karyanya di Blogspedia. Bisa banget lo. Baca syarat dan ketentuannya ya. Oya, jangan lupa hari ini terakhir pendaftaran Blogspedia Coaching batch #2, grab it fast! Sampai jumpa di informasi-informasi berikutnya! Kira-kira setelah mengenal multilingual, bakal ada tema-tema kece apa lagi ya di WAG Blogspedia?
Marita Ningtyas
Marita Ningtyas A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

2 comments for "Ayo Mengenal Multilingual | Kemampuan Berbahasa"

  1. Yeee😀 terimakasih kak Marita sudah memberikan kesempatannya❤️

    ReplyDelete
  2. Bahasa itu memang penting, saya kagum dengan orang yang menguasai banyak bahasa. Bukan hanya bahasa asing, bahasa daerah pun juga keren.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi, cupuers. Makasih sudah berkunjung. Semoga bermanfaat ya. Kalau ada pertanyaan, silakan tinggalkan pesan, tapi jangan dikasih link hidup ya. Taratenkiu.


Regards,


Momblogger Cupu