7 Syarat Menjadi Content Writer yang Mumpuni


Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Hal paling menantang setelah membuat blog adalah konsisten mengisinya dengan konten-konten berkualitas. Ada beberapa blogger yang lahir karena memang sudah hobi menulis. Namun tak sedikit pula para blogger yang memulai ngeblog karena ikut-ikutan atau sekedar tergiur pundi-pundi rupiah yang bisa mereka dapatkan.

Padahal kan tidak seinstan itu juga untuk tumbuh menjadi blogger yang berpenghasilan. Perlu usaha dan komit yang kuat. Salah satunya konsisten update postingan yang berkualitas. Karena itulah tak sedikit blogger yang kemudian menyewa jasa penulisan artikel untuk membantu mereka dalam menyiapkan konten-konten yang berkualitas.

Content writer kini menjadi buruan bagi banyak orang, khususnya bagi mereka yang mengelola usaha dan memiliki situs sebagai ajang promosi, namun tidak memiliki cukup waktu untuk meng-update kontennya. Akhirnya situs yang tadinya diharapkan bisa menjadi peluang untuk menangkap pasar yang jauh lebih luas, hanya menjadi sarang laba-laba yang berdebu.

Menuju Content Writer yang Oks Banget

Seiring perkembangan waktu, jasa penulisan mulai menjamur. Para pemilik situs yang tidak sempat mengisi situsnya dengan konten berupa artikel-artikel yang sesuai dengan bidang usahanya kini tidak perlu lagi berkecil hati. Meski mereka tidak memiliki cukup waktu atau bahkan tidak memiliki kemampuan menulis yang cukup baik, tetap bisa memiliki situs yang mendatangkan banyak pengunjung. Ya, tentu saja dengan bantuan tangan orang lain, yaitu tangan para content writer.

Namun nyatanya memilih content writer pun nggak bisa asal-asalan. Jika kita asal memilih, bisa-bisa bukannya untung malah jadi buntung. Buat teman-teman cupuers yang sedang mencari content writer untuk situsnya, atau ada teman-teman yang sedang ingin belajar menjadi content writer, perhatikanlah 7 hal ini dengan seksama.

1. Content Writer Siap Menulis Tema Apapun

Content writer inilah yang nanti akan membantu para pemilik situs bisnis atau para peternak blog untuk menuliskan artikel-artikel sesuai dengan keyword yang berhubungan dengan bidang usaha yang dipromosikan lewat situs tersebut.

Seorang content writer yang profesional akan mampu menulis artikel dengan tema dan keyword apapun yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu content writer harus selalu mau belajar dan menambah wawasan di berbagai bidang, agar siap menulis konten dengan beragam tema.

2. Content Writer Tidak Plagiasi

Tema yang diberikan mungkin bukanlah sesuatu yang benar-benar baru. Namun tentu saja artikel yang ditulis tidak boleh melanggar kode etik; tidak plagiasi dan lolos copyscape.

3. Content Writer Harus Paham SEO

SEO (Search Engine Optimization) adalah teknik yang dibutuhkan para pemilik situs/ blog agar bisa masuk ke halaman pertama mesin pencari. SEO ini ada banyak tipenya. Namun bagi content writer, setidaknya harus menguasai basic penulisan SEO. Semacam pengulangan keyword; long tail and short keyword, menyematkan backlink baik internal ataupun eksternal link, penggunaan heading, sub heading, juga pengisian meta deskripsi, dsb.

4. Content Writer Tahu EBI

Seorang penulis konten juga sebaiknya memahami bagaimana menulis sesuai Ejaan Bahasa Indonesia (EBI). Jangan sampai kita masih salah membedakan mana yang di- berupa kata depan dan mana di- yang berupa imbuhan. Mana hayo yang benar;

Dimakan atau di makan?
Di dalam kamar atau didalam kamar?

5. Content Writer Harus Disiplin

Seorang content writer dituntut untuk menyelesaikan orderan artikel sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditutupkan. Malah sebisa mungkin sebelum deadline tiba, orderan artikel sudah selesai kita serahkan pada klien. Semakin disiplin kinerja kita, semakin memungkinkan bahwa klien akan repeat order jasa kita.

6. Content Writer Harus Siap Revisi

Tak jarang klien merasa artikel yang kita buat tak sesuai dengan yang mereka inginkan. Maka saat itu terjadi kita harus siap merevisi apa yang sudah ditulis.

7. Content Writer Tak Boleh Moody

Tidak ada alasan bagi content writer untuk ber-writer’s block. Apalagi menulis menunggu mood dan wangsit, wkwk. Bisa-bisa kita mengerjakan lewat tenggat waktu jika kita tak bisa mengelola mood dengan baik. Jangan biarkan mood yang mengontrol pikiran kita, karena seharusnya kitalah yang menjadi tuan atas segala rasa dan prasangka di dalam diri.

Nah, gimana pals… dari 7 hal di atas apakah sudah dipenuhi semuanya? Jika ya, maka selamat… Cupuers Kesayangan sudah siap untuk menulis dengan penuh semangat.

Content writer dan pemilik situs merupakan bukti hubungan simbiosis mutualisme. Pemilik situs senang karena terbantu permasalahannya akan kebutuhan artikel untuk promosi usahanya dan content writer pun puas karena bisa menulis artikel yang bermanfaat bagi sesama.

Jika teman-teman ada yang mulai kewalahan mengisi konten blog dan membutuhkan content writer berpengalaman dan berkualitas, maka teman-teman telah datang ke tempat yang tepat. Blogpedia akan membantu teman-teman untuk menuliskan artikel yang ramah pembaca, mudah ditemukan di mesin pencari dan meningkatkan visitor situs sehingga Anda bisa membuka pasar usaha dengan lebih luas.

Tidak perlu ragu, hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Semoga bermanfaat. Sampai jumpa!

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.


Marita Ningtyas
Marita Ningtyas A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

No comments for "7 Syarat Menjadi Content Writer yang Mumpuni"